:: Selamat Datang Di Laman Resmi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh :: Pimpinan dan Civitas Akademika Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Siap Mewujudkan Kawasan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) ::Selmat Datang Mahasiswa Baru Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Tahun Akademik 2023/2024 ::
  1. V I S I
  2. M I S I
  3. MILESTRONES
  4. JURUSAN
  5. PRODI

Laman Sistem Informasi  

   
   
   

Tim Matching Fund Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh bekerja sama dengan Mitra kelompok Lolo Makmur Nagari Halaban kembangkan dan produksi minuman Bionas.

Kegiatan ini didanai oleh Dirjen Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek tahun 2023, dimana Tim MF (Matching Fund) ini beranggotakan Ibu Ir. Mutia Elida, M.Si., Sri Aulia Novita, STP.MP, Olivia Darlis S.Si., MP, Yefsi Malrianti, S.TP.,M.TP dan Bapak Alfikri, SPt, M.Si.

Program ini sendiri juga melibatkan 2 (Dua) orang mahasiswa yang menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dan 10 (sepuluh) orang mahasiswa yang ikut program Project Base Learning (PBL) pada Program Studi Teknologi Pangan.

PIC kegiatan Ir. Mutia Elida, M.Si, mengatakan kegiatan program pengabdian kepada masyarakat melalui MF (Matching Fund) ini merupakan dampak terhadap peranan Institusi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh terhadap lahirnya start-up agropreneur dengan brand lokal.

“Bahan baku utama yang digunakan adalah nanas Halaban yang banyak ditanam di Jorong Ateh Laban dan Kelompok Lolo Makmur,” katanya.

Tokoh masyarakat sekaligus petani nanas Ir Nasirwan menjelaskan bahwa budidaya nanas mulai digalakkan kembali atau istilahnya mambangkik batang tarandam, dimana nanas Halaban ini pada zaman penjajahan dan saat berkembangnya perkebunan teh di nagari Halaban banyak dibudidayakan.

Nagari Halaban merupakan salah satu penghasil buah nenas yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Asal usul nenas Halaban adalah derivatives nanas yang berasal dari Filipina yang dibawa oleh kolonial Belanda dari daerah Bogor ke kebun teh Halaban.

Para pekerja kebun teh jorong Ateh Laban membawa mahkota nenas ke kebun pribadi untuk ditanam dan akhirnya tanaman berkembang ditengan masyarakat hingga sekarang ini. Varietas ini dikembangkan secara selektif melaluipemuliaan dan perbanyakan tanaman nanas sesuai SOP budidaya nanas. Keunikan nenas

Halaban terletak pada warna kulitnya yang berbeda dari nanas biasa. Kulitnya merah atau oranye cerah, yang membuatnya lebih menarik secara visual dibandingkan dengan nanas biasa yang kulitnya berwarna kuning-hijau.

Nenas Halaban memiliki rasa yang manis dan segar, seperti varietas nanas lainnya. Karena warna kulitnya yang mencolok dan rasa yang enak, nenas Halaban menjadi populer sebagai buah segar, dalam hidangan penutup, atau sebagai campuran dalam berbagai hidangan dan minuman tropis.

Kelompok Tani Lolo Makmur yang berada di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Nagari Halaban menghasilkan komoditi buah nanas dengan luas lahan tanam lebih kurang 8 Ha.

Kelompok Tani Lolo Makmur berdiri pada 26 maret 2018. Kelompok ini berlokasi di Jorong Lompek Nagari Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota yang bergerak dibidang pertanian dengan unit usaha padi sawah, durian, nenas, kakao. karet, saprodi pupuk, penangkar benih, budidaya ikan, pengolah hasil ikan.

Berdasarkan Konfrensi pers Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun 2024 (Jumat 08/12/2023), Ketua Umum Tim Penanggung Jawab  SNPMB 2024, Prof. Ganefri PhD, menyampaikan beberapa perubahan pada sistem penerimaan mahasiswa baru tahun 2024 yang harus jadi perhatian oleh calon mahasiswa ataupun oleh pihak sekolah, pertama calon atau siswa yang dinyatakan lulus jalur SNBP tidak dapat mendaftar seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jalur lain. Berikutnya calon atau siswa yang lulus jalur SNBT dan telah melakukan daftar ulang tidak dapat diterima pada jalur seleksi mandiri.“Perubahan ini merupakan upaya agar SNPMB 2024 lebih adil dan kuota setiap jalur dimanfaatkan dengan optimal,” ucap Ganefri.

Perubahan ketiga adalah para siswa sekarang memiliki kesempatan untuk memilih hingga empat prodi yang berbeda. Untuk itu, tim SNPMB telah menyiapkan empat skema pemilihan prodi dengan ketentuan harus terdapat minimal satu pilihan program vokasi. “Hal ini bertujuan untuk menguatkan pengembangan pendidikan vokasi,” ujar Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia  ini.

Rektor Universitas Negeri Padang ini mengungkapkan, bahwa perubahan pada sistem penerimaan mahasiswa baru tersebut bertujuan untuk mengakomodasi dinamika sistem pendidikan. Selain itu, perubahan skema merupakan perwujudan dari enam prinsip penerimaan mahasiswa baru. Yakni adil, efisien, akuntabel, transparan, fleksibel, dan larangan konflik kepentingan.

Untuk ketentuan pilihan program studi SNBT pada SNPMB 2024 lebih lanjut, Prof Ganefri menjelaskan bahwa jalur SNBT tidak mengalami perubahan mendasar pada komponen subtes yang diujikan. Tes potensi skolastik (TPS), penalaran matematika, serta literasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris tetap menjadi materi subtes yang diuji dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Untuk kuota penerimaan mahasiswa untuk setiap jalur seleksi masih sama dengan kuota tahun 2023 yakni,  jalur SNBP minimum 20 persen, SNBT minimum 40 persen, dan Mandiri maksimum 30 persen.

 

Harapan panitia dengan perubahan skema yang sudah ditetapkan oleh Panitia SNPMB tahun 2024, dapat meningkatkan kualitas SNPMB 2024 menjadi lebih baik.

 

 

Tanjung Pati, 08 Desember 2023.

Tim Humas PPNP

Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Payakumbuh  berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Padang (PNP) menggelar pelatihan pengelolaan homestay. Tim pelaksana terdiri dari dosen multidisiplin ilmu yaitu,  Dr Iis Ismawati SHut MSi ketua, Dr Nurul Fauzi SE MM Ak CA, Ranti Komala Dewi SS MPar MGATH, Ir Ermiati MSi dan Andrik Martha SP MP anggota.

Program Matching Fund ini dilakukan di salah satu Rumah Gadang  warga, dan dibuka Wali Nagari Taram Nanang Anwar, baru-baru ini. “Salah satu komponen wisata yang perlu dikembangkan untuk mendukung destinasi wisata adalah keberadaan homestay untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.

Selain itu, homestay juga bagian yang tidak bisa dipisahkan dari desa wisata, homestay menjadi amenitas pariwisata yang memadukan penginapan dan pengalaman maupun budaya lokal yang otentik sebagai atraksinya,” ujar Nanang.

Dengan berkembangnya homestay Rumah Gadang di Nagari Taram, tambah dia, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, serta meningkatkan jati diri maupun identitas budaya lokal melalui konsep arsitektur pada bangunan Rumah Gadang yang dimanfaatkan sebagai homestay.

Lebih lanjut Nanang berpesan, untuk terus meningkatkan sinergi antar stakeholder pariwisata di Nagari Taram dengan menerapkan model pentahelix melibatkan  pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas dan media. Di mana, kerja sama pentahelix menumbuhkan kreativitas dan membantu pengembangan sosial ekonomi daerah berdasarkan kearifan lokal.

Subcategories

   

PENGUNJUNG  

2200124
Hari Ini
Kemaren
Bulan Ini
Bulan Kemaren
Total Pengunjung
2299
8123
10422
92480
2200124

Your IP: 172.16.60.254
2024-03-02 16:27
   
   
© POLITANI PAYAKUMBUH