:: Selamat Datang Di Laman Resmi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh :: Pimpinan dan Civitas Akademika Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Siap Mewujudkan Kawasan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) ::Selmat Datang Mahasiswa Baru Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Tahun Akademik 2023/2024 ::
  1. V I S I
  2. M I S I
  3. MILESTRONES
  4. JURUSAN
  5. PRODI

Laman Sistem Informasi  

   
   
   

Berdasarkan Konfrensi pers Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun 2024 (Jumat 08/12/2023), Ketua Umum Tim Penanggung Jawab  SNPMB 2024, Prof. Ganefri PhD, menyampaikan beberapa perubahan pada sistem penerimaan mahasiswa baru tahun 2024 yang harus jadi perhatian oleh calon mahasiswa ataupun oleh pihak sekolah, pertama calon atau siswa yang dinyatakan lulus jalur SNBP tidak dapat mendaftar seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jalur lain. Berikutnya calon atau siswa yang lulus jalur SNBT dan telah melakukan daftar ulang tidak dapat diterima pada jalur seleksi mandiri.“Perubahan ini merupakan upaya agar SNPMB 2024 lebih adil dan kuota setiap jalur dimanfaatkan dengan optimal,” ucap Ganefri.

Perubahan ketiga adalah para siswa sekarang memiliki kesempatan untuk memilih hingga empat prodi yang berbeda. Untuk itu, tim SNPMB telah menyiapkan empat skema pemilihan prodi dengan ketentuan harus terdapat minimal satu pilihan program vokasi. “Hal ini bertujuan untuk menguatkan pengembangan pendidikan vokasi,” ujar Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia  ini.

Rektor Universitas Negeri Padang ini mengungkapkan, bahwa perubahan pada sistem penerimaan mahasiswa baru tersebut bertujuan untuk mengakomodasi dinamika sistem pendidikan. Selain itu, perubahan skema merupakan perwujudan dari enam prinsip penerimaan mahasiswa baru. Yakni adil, efisien, akuntabel, transparan, fleksibel, dan larangan konflik kepentingan.

Untuk ketentuan pilihan program studi SNBT pada SNPMB 2024 lebih lanjut, Prof Ganefri menjelaskan bahwa jalur SNBT tidak mengalami perubahan mendasar pada komponen subtes yang diujikan. Tes potensi skolastik (TPS), penalaran matematika, serta literasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris tetap menjadi materi subtes yang diuji dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Untuk kuota penerimaan mahasiswa untuk setiap jalur seleksi masih sama dengan kuota tahun 2023 yakni,  jalur SNBP minimum 20 persen, SNBT minimum 40 persen, dan Mandiri maksimum 30 persen.

 

Harapan panitia dengan perubahan skema yang sudah ditetapkan oleh Panitia SNPMB tahun 2024, dapat meningkatkan kualitas SNPMB 2024 menjadi lebih baik.

 

 

Tanjung Pati, 08 Desember 2023.

Tim Humas PPNP

Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Payakumbuh  berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Padang (PNP) menggelar pelatihan pengelolaan homestay. Tim pelaksana terdiri dari dosen multidisiplin ilmu yaitu,  Dr Iis Ismawati SHut MSi ketua, Dr Nurul Fauzi SE MM Ak CA, Ranti Komala Dewi SS MPar MGATH, Ir Ermiati MSi dan Andrik Martha SP MP anggota.

Program Matching Fund ini dilakukan di salah satu Rumah Gadang  warga, dan dibuka Wali Nagari Taram Nanang Anwar, baru-baru ini. “Salah satu komponen wisata yang perlu dikembangkan untuk mendukung destinasi wisata adalah keberadaan homestay untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.

Selain itu, homestay juga bagian yang tidak bisa dipisahkan dari desa wisata, homestay menjadi amenitas pariwisata yang memadukan penginapan dan pengalaman maupun budaya lokal yang otentik sebagai atraksinya,” ujar Nanang.

Dengan berkembangnya homestay Rumah Gadang di Nagari Taram, tambah dia, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, serta meningkatkan jati diri maupun identitas budaya lokal melalui konsep arsitektur pada bangunan Rumah Gadang yang dimanfaatkan sebagai homestay.

Lebih lanjut Nanang berpesan, untuk terus meningkatkan sinergi antar stakeholder pariwisata di Nagari Taram dengan menerapkan model pentahelix melibatkan  pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas dan media. Di mana, kerja sama pentahelix menumbuhkan kreativitas dan membantu pengembangan sosial ekonomi daerah berdasarkan kearifan lokal.

 

Dosen Politani Payakumbuh yang tergabung dalam tim Program Pemberdayaan Berbasis Kewilayahan, pada Rabu 27 September 2023 melakukan pelatihan pendugaan bobot badan sapi pada para peternak di Jorong Gantiang Nagari Taram.  Dr.Ir Salvia.  S .,MP selaku ketua tim yang didampingi oleh Dr. Iis Ismawati.,S.Hut.,M.Si dan Sri Nofianti sebagai anggota tim memandu cara penggunaan Animeter kepada para peternak. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari praktek produksi ransum komplit SAPIRA yang telah dilakukan sebelumnya kepada Kelompok Tani Sakinah dan Kelompok Wanita Tani Amanah.

“Pendugaan bobot berat sapi  diperlukan sebagai dasar untuk menentukan jumlah kebutuhan ternak sapi baik konsumsi maupun kebutuhan gizinya.  “Ternak sapi membutuhkan pakan sekitar 2-3 %  dari berat badannya dalam bentuk bahan kering atau dalam bentuk segar diberikan 10 % dari berat badan.” Jelas Salvia. Terdapat tiga komponen  bahan pakan yang dipakai dalam produksi ransum SAPIRA  yaitu pertama; bahan serat sebagai sumber karbohidrat, kedua; bahan konsentrat sebagai sumber protein dan  ketiga;  bahan tambahan atau additive dalam bentuk mineral dan vitamin.

Itulah mengapa ransum SAPIRA dinyatakan sebagai ransum sapi komplit, karena ransum SAPIRA yang diberikan kepada ternak merupakan campuran dari beberapa jenis pakan yang diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama sehari semalam dalam bentuk ransum fermentasi.

 

Bertempat di Jorong Ganting Nagari Taram tanggal 3 September 2023, tiga orang dosen Politani  yaitu Dr. Ir. Salvia.,MP, Dr. Iis Ismawati.,S.Hut.,M.Si dan Sri Nofianti SP.,M.SI, Payakumbuh menggelar kegiatan Sekolah Lapang pembuatan MOL bagi Kelompok Tani Sakinah dan Kelompok Wanita Tani Amanah sebagai mitra program. Kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian program Skema Pemberdayaan Wilayah hibah kompetisi tahun 2023 dari Kemendikbudristek Dirjen Pendidikan Tinggi Vokasi.

Menurut Salvia selaku ketua pelaksana program , tujuan kegiatan ini adalah menghasilkan MOL berbahan baku local sebagai Biostarter untuk meningkatkan kualitas pakan ternak dan kompos. “Selama ini petani dan peternak dalam membuat pakan dan kompos menggunakan Biostarter yang dijual di pasar dengan harga yang lumayan mahal.  Melalui pembuatan MOL SAPIRA ini diharapkan petani dan peternak bisa memanfaatkan limbah  sayur dan buah yang ada di lingkungan sekitarnya. Di Jorong Ganting penduduknya banyak menanam papaya dan timun, sisa limbah produk yang busuk dapat menjadi bahan baku untuk membuat MOL setelah ditambah dengan bahan-bahan lain seperti daun jagung, air cucian beras atau air kelapa dan molase dari gula merah atau gula pasir.

 

Subcategories

   

PENGUNJUNG  

2379365
Hari Ini
Kemaren
Bulan Ini
Bulan Kemaren
Total Pengunjung
1470
11697
118496
71167
2379365

Your IP: 172.16.60.254
2024-04-23 06:22
   
   
© POLITANI PAYAKUMBUH